Jika kita pandai bersyukur. Masih adakah orang yang dikatakan miskin.

Jika kita pandai bersyukur. Masih adakah orang yang dikatakan miskin.

Sahabat ! Sejak kecil, sejak duduk di bangku sekolah dasar bahkan sejak masih dalam buaian. Kita selalu diajarkan bagaimana agar kita menjadi manusia yang serba kekurangan. Mental kita terus dipaksa tekankan agar kita menolak maha rahasia Tuhan yang menciptakan kita sebagai makhluk yang sempurna (karena kekurangan).

Satu mantra yang merusak mental itu terangkum dalam satu istilah saja. Yaitu “miskin”.

Sewatku dalam buaian, orangtua orang tua kita selalu melafalkan mantra itu ke telinga kita sembari menyusui dan menimang kita. Sewaktu duduk di bangku sekolahan guru guru kita melalui system pendidikan yang telah ditentukan, mental kita diarahkan menjadi manusia pesakitan. Begitu juga ketika kita telah dewasa menjadi manusia. Lingkungan lingkungan kita seolah mejawab dan merealisasikan mantra mantra itu. Maka hiduplah kita sebagai manusia yang tidak pandai bersyukur atas apa yang tuhan berikan kepada kita.

BPJS atau Beasiswa untuk siswa dan mahasiswa miskin bagi saya adalah salah satu bentuk penghinaan. Bukan sobbing dan merasa menjadi orang yang serba punya dan beradada. Tapi di pikir saya, hal hal semacam itulah yang akan mendidik mental kita untuk terus menjadi orang yang serba tak mampu. Mengapa harus kita terus terusan memiliki mental buruk yang serba tak mampu?

Saya kadang bertanya.
Jika kita pandai bersyukur. Masih adakah orang yang dikatakan miskin

Siti jenar Adalah Mitos ??

Siti jenar Adalah Mitos ??

Beberapa waktu lalu, saya bertanya kepada temen teman melalui status komunitas youtube tentang 2 buku yang menurut saya sama-sama menarik. Pertanyaan saya itu begini

“diantara kedua buku ini manakah yang temen-temen ingin ketahui isinya. Buku yang pertama berjudul mistik dan makrifat sunan kalijaga ditulis oleh acmad chodim Dan buku yang kedua berjudul syekh siti jenar: pemutar balikan sejarah, perjalanan hidup dan ajarannya ditulis oleh Rahmat Abdulloh. Dan 85 persen temen2 menjawab : syeikh siti jenar. Artinya meyoritas temen2 sepertinya lebih tertarik ingin mengetahui isi yang ada di balik judul syek siti jenar : pemutar balikan sejarah, perjalanan hidup dan ajarannya ini

Baik temen temen lewat tulisan ini saya akan sedikit bercerita tentang isi buku syekh siti jenar: pemutar balikan sejarah, perjalanan hidup dan ajarannya. Tapi sebelum lanjut Ada biknya temen-temen harus bersikap tenang dan legowo bila isi buku ini tidak sesuai dengan apa yang temen2 inginkan. Yap kita harus mampu  menerima sudut pandang orang lain. Agar ilmu dan pengetahuan kita luas dan semakin luas.

Sepakat?? Sepakat dong..

  1. Buku ini dibuka dengan menyinggung sedikit, sejarah masuknya islam d nusantara khususnya sejarah islam pada masa kerajaan islam demak bintara. Mau tidak mau, terima atau tidak membahas sejarah islam di demak bintara adalah membahas sejarahnya 9 dai kesohor yang kemudian kita kenal dengan nama walisongo. Dan dimasa walisongo itu lah Syekh siti jenar
  2. Setelah penulis menyinggung sedikit sejarah tentag kerajaan islam demak Bintara. Ada usaha penulis menggiring pembaca bahwa islam hanya akan benar-benar tegak jika suata Negara menganut faham khilafah.

Berikut usaha penggiringan yang saya maksudkan itu. Tertulis di halaman 28.


 

Ketika  islam tersiar ke seluruh permukaan bumi, dan manusia masuk islam berbondong bonding, selamatlah manusia itu, karena akan dapat masuk syurga di akhirat. Hal tersebut terwujud dengan tegaknya khilafah islamyah (pemerintahan versi islam) yang bertugas menjaga eksistensi islam dan mendakwahkannya kepada umat  manusia. Ini sebagai bentuk realisasi dari konsep islam yang rahmatan lil alamin. Dan itulah yang dikatakan bahwa islam rahmat bagi semesta alam.

Islam sebagai rahmat semesta alam bukanlah seperti pemahaman yang disebarkan oleh kaki tangan para orientalis barat. Mereka menyebarkan paham bahwa islam sebagai rahmat semsta alam adlah islam yang berkompromi  dengan orang-orang  yang berbeda agama….

Nah sampai disini , saya berpesan kepada teman-teman berhati hatilah membaca buku ini. Baik mari kita lanjutkan.

  1. secara garis besar, buku ini ditulis sebagai bantahan terhadap buku berjudul “syekh siti jenar: pergumulan islan-jawa” yag ditulis oleh Prof. Dr. Abdul Munir Mulkhan. Jika prof Mulkhan dalam bukunya tersebut dengan gamblang menyatakan bahwa Siti Jenar itu benar benar pernah ada dan hidup berserta ajarannya, Maka buku ini justru meragukan keberadaan syekh siti jenar. Atau bahasa sederhananya bahwa kisah dan ajaran syekh siti jenar itu adalah mitos.

Wow ! tentu saja, Rahmat Abdullah sebagai penulis buku ini memiliki alasan alasan ilmiah yang dapat di pertanggung jawabkan

Sahabat, apakah sabahat ingin mengetahui alas an mengapa Syekh Siti jenar dikatakan mitos?
Silahkan bukunya dibaca ! atau maukah sahabat jika saya paparkan alas an – alas an itu di ulasan selanjutnyaa.. tolong jawab di kolom komentar..