Kepergianku meninggalkanmu beberapa waktu lalu, bukan lantaran aku tak percaya terhadapMu, kekasih. Tetapi, karena setiap pertemuan yang kita ciptakan. Tak pernah membuat dadaku bergetar seperti orang orang ketika bertemu kekasihnya. Aku menjauh meninggalkanmu. Melupakan rumah.Melupakan sejarah. Melupakan Engkau. Melupakan kenangan kenangan yang pernah kita tuliskan sepanjang pertemuan. Muharam perjalananku semakin menjauh kekasih. Aku ingat, beberapa kali aku berjanji menemuimu pada suatu dini yang sepi. Tapi sebab keragu-raguan dalam dadaku. Aku berkhianat begitu saja. Kurapikan bantal. Kutarik selimutku pelan-pelan. Sya’ban akan berlalu, kekasih. Aku merasa. Perjalananku yang teramat jauh ini, tak menemukan apa-apa. Kesana kemari aku mencari kecintaan kecintaan yang lain. Selalu kosong. Dan tidak menemukan apa-apa. Ramadhan sebentar datang. Kekasih; Aku pulang _ Isak Harry