dik beberapa waktu lalu aku berkisah kepada sahabatku bagaimana dulu kau pergi; berlalu dengan cara membelakangiku

waktu itu gemericik gerimis rintik-rintik. di pojok kampus hijau itu, ia menyimak kisahmu dengan seksama, dengan merah, dengan sesal menyesak; tak percaya

kami melewati satu mata kuliah lantaran kisah tentantangmu tak habis-habisnya kami cakapkan..

dia katakan; kamu dik, tak tak akan kemana-mana !
tetapi aku katakan. ini realitanya !

dik, gemericik gerimis itu telah berubah hujan. rumput-rumput di halaman kampus itupun basah kegirangan. parahnya, sewaktu aku sebutkan nama panjangmu, ia melihat bekas punggungmu di kepalaku

dik, benarkah sedalam itu?