Nasionalisme TGKH Maulana Syeikh Zainuddin Abdul Madjid dalam syair Nahdlatain

Begitu nasionalisnya Mualana. Sebagai pelopor pemberantas kebodohan di NTB. Ia tidak ingin tertinggal untuk terus menyeru kepada kaumnya. Kata beliau :
 
Bangsaku pacu beguru/
Kaumku sasak bejulu/
 
Di pemikiran beliau, dunia dan akhirat harus seimbang. Dan khusus bagi orang sasak tidak boleh hanya merdeka secara duniawi saja. Soal hari akhir ia juga tak boleh tertinggal jauh di belakang. Seru beliau
 
Bangsaku Nda’te Bemudi/
Pete sangu jelo mudi/
 
Sangu jelo mudi, tentu saja tak cuma berarti ngaji, sembahyang puasa, tetapi juga, berbuat baik kepada sesama juga mencintai negara dan bangsanya adalah beberapa cara untuk meraup “sangu jelo mudi” tersebut
 
Maka dari itu,
 
Mesti te syukur beribu/
Ribu-ribu-ribu-ribu/
Kemamang pone arak tao’te/
Nuntut agamante/
 
Tutup beliau dalam syairnya..
 
Wallohu Alam
 
Makna dan Arti Lagu Senorita – Shawn Mendes, Camila Cabello

Makna dan Arti Lagu Senorita – Shawn Mendes, Camila Cabello

Hallo teman-teman. Berikut makna dan arti lirik lagu Senorita – Shawn Mendes, Camila Cabello

Aku suka ketika kau memanggilku Senorita

I love it when you call me señorita 

Aku harap, aku dapat berpura-pura untuk tidak membutuhkannya

I wish I could pretend I didn’t need ya 

Tetapi setap kali kau menyentuhku (memanggilku dengan panggilan Senorita itu) oh lalala

But every touch is ooh la la la Memang benar (terasa sekali), la la la 

It’s true, la la la Ooh, (sepertinya aku tidak kuat dan) akupun sepertinya harus berlari dari kenyataan ini

Ooh, I should be running 

Ooh, kau terus terusan menjaga dan membuatku datang menemuimu

Ooh, you keep me coming for you

 

Datang dan Mendarat di Miami

Land in Miami 

Udara terasa hangat karena hujan di musim yang panas

The air was hot from summer rain 

Keringat di tubuhku menetes jadinya

Sweat dripping off me 

Bahkan sebelum aku tahu siapa namanya, la la la

Before I even knew her name, la la la 

Rasanya seperti ooh la la la

It felt like ooh la la la 

Ya tidak akan

Yeah no 

 

Di atas Cahaya bulan bercorak safir

Sapphire moonlight 

Kami menari berjam-jam di atas pasir

We danced for hours in the sand 

Matahari terbit dari tequeila

Tequila sunrise 

Tanganku erat memegang tangannya, la la la

Her body fit right in my hands, la la la

Duh Rasanya itu lho la la la, ya

It felt like ooh la la la, yeah

 

Aku suka ketika kau memanggilku señorita

I love it when you call me señorita 

Aku harap, aku dapat berpura-pura untuk tidak membutuhkannya

I wish I could pretend I didn’t need you 

Tetapi setap kali kau menyentuhku (memanggilku dengan panggilan Senorita itu) oh lalala

But every touch is ooh la la la Ini hal yang wajar, la la la 

It’s true, la la la Ooh, (dan sepertinya) aku harus berlari

Ooh, I should be running 

 

Ooh, Kaupun tau aku suka ketika kau memanggilku señorita

Ooh, you know I love it when you call me señorita 

Aku berharap, aku tidak akan merasa berat untuk meninggalkanmu

I wish it wasn’t so damn hard to leave you 

Dan setiap sentuhanmu itu lho ooh la la la

But every touch is ooh la la la 

Ini benar-benar aku rasakanr, la la la

It’s true, la la la 

 

Ooh, aku

Ooh, I…

Isak Harry, Pencetus Ide Sekolah Menulis Akaliris

Isak Harry, Pencetus Ide Sekolah Menulis Akaliris

Beberapa waktu lalu, Lombok Post memuat sebuah tulisan tentang Sekolah Menulis Akaliris. Awalnya saya sangat bahagia sekolah menulis pertama NTB itu dimuat. Tapi setelah menuntaskan membaca isi dari berita itu, tiba tiba ada sesuatu yang menggelayut dalam hati dan fikiran saya (Isak Harry). Loh kenapa kok brgitu?

Tulisan ini, dengan berat hati saya terbitkan. Untuk meluruskan berita di Lombok Post. Bagaimanapun jejak digital itu penting.

Baca dulu berita Lombok Post ini (2019) : https://bit.ly/2XRZfyS
Kemudian bandingkan dengan berita Kabar Tumbuh Mulia ini (2017) : https://bit.ly/2XRZOZw

Bahwa Ide pendirian Akaliris (yang sekarang menjadi Sekolah Menulis Akaliris) jauh sebelum bang Agus Khairi pulang dari perantauannya menempuh magister di Surabaya. Bahwa ide itu berawal dari kegelisahan saya pada saat menempuh semester akhir Pendidikan Bahasa dan Seni(2015). Kata saya pada diri sendiri. “Setelah ini, setelah menjadi sarjana, apa yang harus saya lakukan?” Saya orangnya keras kepala. Tidak cocok jika harus menjadi guru di sebuah sekolah formal. Maka saya harus membuat sesuatu yang berkaitan dengan literasi, yaitu forum menulis online (website), dimana di sana orang-orang setiap hari berbicara tentang literasi khususnya menulis.

Saya menyukai menulis sejak duduk di bangku sekolah menengah. Di awal-awal kuliah saya aktif menulis di blog dan berdiskudi dengan komunitas komunitas menulis yang ada di Lombok Timur hingga terbitlah buku pertama saya berjudul Namaku Mahasiswa (2012)/(Kumpulan Puisi).

Mengingat itu, rasa rasanya, ada sesuatu yang akan kurang jika setelah sarjana nanti saya tetiba akan menyibukkan diri menjadi guru formal dan melupakan dunia literasi. Dan oleh karena sejarah itu jugalah, mendirikan forum menulis online yang bergerak dibidang literasi sudah mantap. Tetapi bersama siapa saya mendirikannya? Saya sangat sadar. Ide itu tidak mungkin teruwujud bila saya ngotot seorang diri. Terlebiih selain keinginan yang besar, biaya adalah persoalan yang tak bisa diabaikan begitu saja.

Saya kemudian menulis itu dalam catatan harian saya. Banyak kawan tempat saya mengajukan ide itu. Banyak kawan pula yang menihilkan ide pendirian forum menulis online itu. Tapi saya tahu, Tuhan Maha penyayang. Lalu pintu itu dibukakan. Dan diterimalah ide itu sama kawan karib saya, senior saya yang pada waktu itu sedang menempuh magister di Universitas Surabaya (UNESA) yaitu: Agus Khairi (Ages).

Lanjutkan membaca:

Sebelum menjadi Lembaga dan Sekolah Menulis AKALIRIS

Dalam Hal Cinta Rahwana Yang Terbaik

Dalam Hal Cinta Rahwana Yang Terbaik

Saya pernah bertanya kepada seorang sahabat begini:
“jika kau ditakdirkan menjadi Rama atau Rahwana, kau pilih siapa?
“Rahwana” jawabnya

“Sebab Rahwana; Si Raja Alengkadirja itu adalah sebaik-baik contoh bagaimana menjadi laki laki yang mencintai seorang perempuan”

Ingatlah ketika ia menculik Sinta. Padahal ketika itu, ia memiliki kekuasaaan ‘tak senonoh’ kepada Sinta. Ia mampu melakukan apappun, sekali lagi apapun terhadap sinta. Memeluknya, menggaulinya atau membawa Sinta ke lembah lembah syurga dunianya, ia mampu.

Tapi itulah Rahwana. Cintanya kepada sinta adalah cinta yang final. Sepertinya juga, bila bertanya mengapa dan bagaimana Rahwana tidak ‘menyentuh’ Sinta adalah sesuatu yang sia sia.

Berbeda dengan Rama. Ia hanya akan mencintai mencintai Sinta bilamana cincin yang diberikannya dahulu, masih muat di jari manis Sinta. Bagaimana jika tidak muat? Ah, Sinta hanya akan menjadi pelmpiasan kegagahan Rama.

Dan kamu sebgai Sinta! harusnya khawatir terhadap cinta semacam Rama itu. Sebab ia bukanlah jaminan bila sudah waktunya kulitmu mengkriput.

Lalu apa yang tersisa?
Tak ada kecuali air mata.

Isak Harry

Makna lebaran dan kepulangan (2019)

Makna lebaran dan kepulangan (2019)

Lebaran adalah kembali pada yang asal. Artinya segala yang asal adalah suci. segala yang suci bermakna CINTA. Lebaran idul fitri adalah saatnya kembali kepada asal kita yang suci yaitu CINTA. Barangkali sudah lama kita saling berjauhan. sudah lama kita saling tak bertukar kabar. Sesekali ketika berjarak semacam itu. ada tabiat kita saling menghardik dan menyalahkan. maka dari itu. lebaran memberikan ruang untuk kita saling memaafkan dan saling menghangatkan.

eid mubarah 2019/1440 H

Salam

 

Jika kita pandai bersyukur. Masih adakah orang yang dikatakan miskin.

Jika kita pandai bersyukur. Masih adakah orang yang dikatakan miskin.

Sahabat ! Sejak kecil, sejak duduk di bangku sekolah dasar bahkan sejak masih dalam buaian. Kita selalu diajarkan bagaimana agar kita menjadi manusia yang serba kekurangan. Mental kita terus dipaksa tekankan agar kita menolak maha rahasia Tuhan yang menciptakan kita sebagai makhluk yang sempurna (karena kekurangan).

Satu mantra yang merusak mental itu terangkum dalam satu istilah saja. Yaitu “miskin”.

Sewatku dalam buaian, orangtua orang tua kita selalu melafalkan mantra itu ke telinga kita sembari menyusui dan menimang kita. Sewaktu duduk di bangku sekolahan guru guru kita melalui system pendidikan yang telah ditentukan, mental kita diarahkan menjadi manusia pesakitan. Begitu juga ketika kita telah dewasa menjadi manusia. Lingkungan lingkungan kita seolah mejawab dan merealisasikan mantra mantra itu. Maka hiduplah kita sebagai manusia yang tidak pandai bersyukur atas apa yang tuhan berikan kepada kita.

BPJS atau Beasiswa untuk siswa dan mahasiswa miskin bagi saya adalah salah satu bentuk penghinaan. Bukan sobbing dan merasa menjadi orang yang serba punya dan beradada. Tapi di pikir saya, hal hal semacam itulah yang akan mendidik mental kita untuk terus menjadi orang yang serba tak mampu. Mengapa harus kita terus terusan memiliki mental buruk yang serba tak mampu?

Saya kadang bertanya.
Jika kita pandai bersyukur. Masih adakah orang yang dikatakan miskin